Ekstra Kurikuler Basket

images
Motivasi adalah daya upaya yang mendorong manusia
atau seseorang untuk melakukan sesuatu. Dengan adanya arah dan

tujuan dalam proses belajar mengajar maka tujuan dan arah yang

dikehendaki atau subjek belajar dapat terpenuhi. Sedang

ekstrakurikuler adalah kegiatan-kegiatan di luar sekolah yang

mempunyai fungsi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk

mengetahui tingkat motivasi intrinsik siswa, mengetahui tingkat

motivasi ekstrinsik siswa, dan mengetahui tingkat motivasi yang

lebih tinggi antara motivasi intrinsik dengan motivasi ekstrinsik

siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola basket di SMPN 4

Kepanjen, Kabupaten Malang.

Kata kunci: motivasi, siswa, ekstrakurikuler bola basket.

Olahraga merupakan kegiatan yang sangat penting bagi setiap orang.

Dalam kegiatannya, olahraga sangat diperlukan untuk kesehatan tubuh dan juga

menuju pada prestasi. Kesehatan dan prestasi juga didasari oleh adanya motivasi

yang berkembang dalam diri individu tersebut.

Kegiatan berolahraga sangatlah melelahkan, tetapi apabila dinikmati

dengan senang, rasa lelah tersebut akan menjadi kesenangan tersendiri bagi orang

yang melakukan olahraga. Dampak berolahraga sangatlah bagus sekali, antara

lain: menjadikan tubuh sehat, stamina yang prima dan berdampak pada kehidupan

sehari-hari untuk pola hidup sehat.

Sekarang ini peranan olahraga sangat beranekaragam. Mulai dari kegiatan

latihan ekstrakurikuler yang terdapat di sekolah, kegiatan yang dilakukan di klub

yang dibina oleh seorang pelatih, sampai tercapainya menjadi seorang atlet dan

kegiatan pertandingan yang sering dilakukan.

Dalam dunia pendidikan, proses belajar mengajar guru akan menghadapi

siswa yang mempunyai karakteristik dan kemampuan yang berbeda-beda

sehingga seorang guru dalam proses belajar mengajar tidak akan pernah lepas

2

dengan masalah hasil belajar siswanya, karena hasil belajar merupakan ukuran

dari hasil kemampuan siswa dalam menerima pekerjaan di sekolah, termasuk

kegiatan ekstrakurikuler.

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan pembelajaran diluar

kegiatan intrakurikuler yang diselenggarakan di sekolah dengan keadaan dan

kebutuhan lingkungan untuk memenuhi tuntutan penguasaan kompetensi mata

pelajaran, pembentukan karakter bangsa, dan peningkatan kecakapan hidup yang

alokasi waktunya diatur secara tersendiri berdasarkan pada kebutuhan dan kondisi

sekolah.

Motivasi adalah daya upaya yang mendorong manusia atau seseorang

untuk melakukan sesuatu. Dengan adanya arah dan tujuan dalam proses belajar

mengajar maka tujuan dan arah yang dikehendaki atau subjek belajar dapat

terpenuhi. Menurut Hayinah (1992:19) secara tradisional orang biasa

membedakan motif menjadi 2, yaitu: motif intrinsik dan motif ekstrinsik.

Motivasi sangat berpengaruh pada aktivitas olahraga yang akan dilakukan

oleh individu tersebut. Motivasi dapat dibagi menjadi 2, yaitu motivasi intrinsik

dan motivasi ekstrinsik. Setiap individu melakukan semua cabang olahraga yang

mereka gemari tidak lepas dengan motivasi.

Dalam kegiatan ekstrakurikuler yang terdapat di SMP 4 Kepanjen

sekarang diharapkan siswa dapat meningkatkan prestasinya dibidang olahraga dan

dengan adanya sarana dan prasarana yang dimiliki SMPN 4 Kepanjen, siswa

menjadi lebih berminat dan termotivasi dalam mengembangkan bakatnya

dibidang olahraga, selain mempunyai kemampuan akademis, kemampuan di

bidang olahraga juga tak kalah hebatnya. Di SMPN 4 Kepanjen terdapat 3 macam

kegiatan ekstrakurikuler olahraga antara lain: bola basket sebanyak 54 orang, bola

voli sebanyak 32 siswa, dan karate sebanyak 24 siswa.

Dari sini kita dapat mengetahui, bahwa ekstrakurikuler yang memiliki

jumlah siswa paling banyak adalah ekstrakurikuler bola basket sebanyak 54

orang.

Dalam kegiatan sekolah, kegiatan olahraga yang digemari oleh siswa,

masuk dalam kegiatan ekstrakurikuler, berupa olahraga sepakbola, bola basket,

bola voli, beladiri, dan sebagainya. Kegiatan ini akan menjaring minat dan bakat

3

siswa yang pantas dan sesuai dengan keahliannya. Namun, ini pun tergantung

juga dengan motivasi mana yang lebih tinggi yang siswa usung untuk masuk

ekstraku- rikuler tersebut.

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui tingkat motivasi intrinsik

siswa, mengetahui tingkat motivasi ekstrinsik siswa, dan mengetahui tingkat

motivasi yang lebih tinggi antara motivasi intrinsik dengan motivasi ekstrinsik

siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola basket di SMPN 4 Kepanjen,

Kabupaten Malang.

Menurut Giddens (dalam Sobur, 2003:267) motif diartikan sebagai

impuls/dorongan yang memberi energi pada tindakan manusia sepanjang lintasan

kognitif/perilaku ke arah pemuasan kebutuhan. R.S. Woodworth (dalam Sobur,

2003:267) mengartikan motif sebagai suatu set yang dapat atau mudah

menyebabkan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu (berbuat

sesuatu) dan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Menurut Hayinah (1992:19)

motivasi adalah kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan

aktivitas tertentu guna mencapai suatu tujuan. Menurut Moeslichatoen (1992:54)

motivasi merupakan daya penggerak yang menyebabkan seseorang melakukan

sesuatu perbuatan dengan cara tertentu.

Menurut Suryabrata (dalam Sobur, 2003:295) motif intrinsik, yaitu motifmotif

yang dapat berfungsi tanpa harus dirangsang dari luar. Dalam diri individu

sendiri, memang telah ada dorongan itu. Seseorang tersebut melakukan sesuatu

karena ia ingin melakukannya. Menurut Johannes dan Yunus (1991:62) motivasi

intrinsik berfungsi karena adanya dorongan yang berasal dari individu sendiri.

Misalnya seorang siswa selalu berusaha untuk semakin meningkatkan

kepintarannya, kemampuan dan keterampilannya, karena hal tersebut dapat

memberikan kepuasan kepada dirinya.

Menurut Hayinah (1992:19), motivasi ekstrinsik adalah motif yang

timbulnya karena adanya rangsangan dari luar, misalnya anak mau belajar kalau

diberi hadiah yang akan menyenangkan hatinya. Menurut Suryabrata (dalam

Sobur, 2003:295) motif ekstrinsik ialah motif-motif yang berfungsi karena ada

perangsang dari luar.

4

Menurut Ahmadi (1984:105) ekstrakurikuler adalah kegiatan-kegiatan di

luar sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub-klub,

misalnya : olahraga, kesenian, ekspresi dan lain-lain. Menurut Sutisna (1990:56)

banyak macam dan jumlah kegiatan murid yang dilakukan di sekolah-sekolah

dewasa ini, yaitu: organisasi murid seluruh sekolah; organisasi kelas dan

organisasi tingkat-tingkat kelas; kesenian: tari-tarian, band, karawitan, nyanyian

bersama; pidato dan drama (diskusi, deklamasi, dsb.); klub-klub hobi (fotografi);

kegiatan-kegiatan sekolah; klub-klub yang berpusat pada mata pelajaran (klub

IPA); atletik dan sport; publikasi sekolah (koran sekolah); organisasi-organisasi

yang disponsori secara kerjasama (pramuka).

Permainan bola basket dilakukan dengan mempergunakan tiga unsur

teknik yang menjadi pokok permainan, yakni : mengoper dan menangkap bola

(passing and catching), menggiring bola (dribbling), serta menembak (shooting).

Ketiga unsur teknik tadi berkembang menjadi berpuluh-puluh teknik lanjutan

yang memungkinkan permainan bola basket hidup dan bervariasi. Misalnya,

dalam teknik mengoper dan menangkap bola terdapat beberapa cara seperti :

tolakan dada (chest pass), tolakan di atas kepala (overhead pass), tolakan pantulan

(bounce pass), dan lain sebagainya. Dalam rangkaian teknik ini, dikenal pula

sebutan pivot yakni pada saat memegang bola, salah satu kaki bergerak dan satu

kaki lainnya tetap di lantai sebagai tumpuan.

METODE

Penelitian ini menggunakan rancangan non eksperimental dan jenis

penelitiannya adalah deskriptif. Menurut Winarno (2007:34) penelitian deskriptif

bertujuan untuk mendeskripsikan (memaparkan) peristiwa yang terjadi pada masa

kini. Selain itu, menurut Dasna, Ibnu, dan Mukhadis (2003:46), penelitian

deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan (memaparkan) peristiwa yang urgen

terjadi masa kini. Dalam penelitian deskriptif tidak ada pengujian hipotesis karena

cenderung tidak maksudkan untuk mengungkapkan hubungan antar variabel.

Dalam penelitian ini subjeknya adalah siswa yang mengikuti kegiatan

ekstrakurikuler bola basket di SMPN 4 Kepanjen yang berjumlah 54 orang,

dengan rincian; kelas VII sebanyak 20 siswa, kelas VIII sebanyak 18 siswa, dan

5

kelas IX sebanyak 16 siswa. Karena jumlah populasinya di bawah 100, maka 54

siswa tersebut diambil semua sebagai subjek, sehingga penelitian ini merupakan

penelitian populasi.

Penelitian ini menggunakan instrumen non tes berupa angket/kuesioner.

Menurut Arikunto (2006:151) kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang

digunakan untuk memproleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang

pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. Alasan peneliti menggunakan angket

adalah untuk memperoleh informasi yang sesuai dengan keadaan yang dialami

oleh responden dan akan memperoleh data yang relevan. Selain itu penggunaan

angket dalam evaluasi ini akan mempermudah responden memberikan jawaban

yang sesuai dengan hal-hal yang diketahuinya atau dialaminya.

Dalam penelitian ini, angket yang digunakan berbentuk skala yang memuat

suatu nilai untuk tiap pilihan jawaban yang tersedia. Setiap instrumen dalam

penelitian ini mengunakan skala likert, dengan gradasi skor antara empat sampai

dengan satu. Menurut Arifin (1988:56) dalam skala likert, subjek tidak disuruh

memilih pernyataan-pernyataan yang positif saja, tetapi memilih juga pernyataanpernyataan

yang bersifat negatif. Jawaban setiap item instrumen menggunakan

skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif yang

berupa kata-kata, yaitu: selalu, sering, jarang, tidak pernah. Instrumen

menggunakan checklist atau pilihan ganda. Jawaban selalu diberi bobot 4.

Jawaban sering diberi bobot 3. Jawaban jarang diberi bobot 2. Jawaban tidak

pernah diberi bobot 1.

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan melakukan

penyebaran angket dengan pertanyaan-pertanyaan tertulis kemudian diberikan

kepada responden untuk dipilih dari 4 butir pilihan jawaban.

Analisis data dengan memberi kode jawaban angket, kemudian

menganalisis data dengan menggunakan rumus persentase sesuai dengan tujuan

penelitian. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis

deskriptif persentase sehingga dengan menganalisis setiap variabel dan

memperoleh gambaran variabel yang akan diteliti. Teknik yang digunakan untuk

mengetahui jumlah perbandingan skor dari masing-masing variabel.

6

HASIL

Hasil penelitian ini menunjukkan persentase bahwa tingkat motivasi

intrinsik siswa dalam megikuti kegiatan bola basket di SMPN 4 Kepanjen sebesar

31,48% dengan rata-rata 26.7 yang termasuk kriteria sedang. Tingkat motivasi

ekstrinsik siswa dalam mengikuti kegiatan bola basket di SMPN 4 Kepanjen

sebesar 31,48% dengan rata-rata 29 yang termasuk kriteria sedang. Hasil analisis

deskriptif persentase aspek motivasi yang lebih tinggi antara motivasi intrinsik

dan ekstrinsik, bahwa persentase motivasi intrinsik siswa sebesar 44,44%,

sedangkan persentase motivasi ekstrinsik siswa sebesar 55,56%. Jadi, dapat

diketahui bahwa siswa SMPN 4 Kepanjen lebih tinggi atau dominan mengikuti

ekstrakurikuler bola basket karena motivasi ekstrinsik.

PEMBAHASAN

Dari hasil penelitian tingkat motivasi intrinsik kegiatan siswa ekstrakurikuler

bola basket di SMPN 4 Kepanjen secara keseluruhan, siswa termasuk

dalam kategori sedang.

Menurut Anderson dan Faust (dalam Prayitno, 1989:10) menyatakan

bahwa motivasi dapat dilihat dari karakteristik tingkah laku siswa yang

menyangkut minat, ketajaman perhatian, konsentrasi dan ketekunan. Menurut

Thornburgh (dalam Prayitno, 1989:10), motivasi intrinsik adalah keinginan

bertindak yang disebabkan faktor pendorong dari dalam diri individu. Siswa yang

memiliki motivasi tinggi dalam latihan menampakkan minat yang besar dan

perhatian yang penuh tehadap latihan-latihan yang diberikan oleh pembina.

Jadi, sebagian siswa SMPN 4 Kepanjen mengikuti kegiatan ekstra-kurikuler bola

basket karena keinginan yang ada dalam diri mereka memiliki tujuan sendiri

untuk peningkatan dalam olahraga bola basket.

Dari hasil penelitian tingkat motivasi ekstrinsik kegiatan siswa ekstrakurikuler

bola basket di SMPN 4 Kepanjen secara keseluruhan, siswa termasuk

dalam kategori sedang.

Menurut Hamalik (2001:112), motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang

disebabkan oleh faktor-faktor dari luar situasi belajar. Menurut Handoko (dalam

Sobur, 2003:269) dalam suatu motif, umumnya terdapat 2 unsur pokok, yaitu

7

unsur dorongan dan unsur tujuan. Unsur dorongan sangat berpengaruh pada peran

siswa dalam mengikuti kegiatan ektrakurikuler bola basket. Kegiatan akan lebih

berprestasi jika ditunjang dengan motivasi ekstrinsik agar kegiatan siswa menjadi

lebih baik. Motivasi ekstrinsik mempunyai peranan yang juga sangat penting bagi

siswa. Jadi, sebagian siswa SMPN 4 Kepanjen mengikuti kegiatan ekstrakurikuler

bola basket karena ingin mendapatkan sesuatu yang diluar dari

keinginan diri mereka untuk peningkatan olahraga bola basket yang dijalani siswa

itu sendiri.

Dari hasil penelitian tingkat motivasi mana yang lebih tinggi antara

motivasi intrinsik dan ekstrinsik kegiatan siswa ekstrakurikuler bola basket di

SMPN 4 Kepanjen, menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik lebih tinggi daripada

motivasi intrinsik. Hal ini, rangsangan dari luar sangat berpengaruh kepada siswa

dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola basket di SMPN 4 Kepanjen.

Menurut Phil Louther (dalam Prayitno 1989:14) bahwa banyak sekali

siswa yang dorongan belajarnya adalah motivasi ekstrinsik. Siswa seperti ini

memerlukan perhatian dan pengarahan yang khusus dari guru. Siswa sangat

bergantung kepada keharusan-keharusan yang ditentukan oleh pembina untuk

mendorong mereka dalam berlatih. Namun, hal itu tidaklah berarti bahwa adanya

motivasi ekstrinsik itu jelek dan perlu dihindari sama sekali. Sebagaimana yang

dikemukakan oleh Thornburgh (dalam Prayitno, 1989:14), antara motivasi

intrinsik dan ekstrinsik itu saling menambah atau memperkuat, bahkan motivasi

ekstrinsik dapat membangkitkan motivasi intrinsik.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkaan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik

suatu kesimpulan sebagai berikut: tingkat motivasi intrinsik siswa dalam

mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola basket di SMPN 4 Kepanjen termasuk

dalam kategori sedang, tingkat motivasi ekstrinsik siswa dalam mengikuti

kegiatan ekstrakurikuler bola basket di SMPN 4 Kepanjen termasuk dalam

kategori sedang, motivasi ekstrinsik siswa dalam mengikuti kegiatan

8

ekstrakurikuler bola basket di SMPN 4 Kepanjen lebih tinggi daripada motivasi

intrinsik siswa.

Saran

Berdasarkan dari kesimpulan yang didapat, maka peneliti mengemukakan

saran-saran dengan harapan dapat bermanfaat untuk peningkatan mutu siswa

dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola basket di SMPN 4 Kepanjen

sebagai berikut.

1. Bagi Sekolah

Perlu adanya motivasi dari pihak sekolah untuk menumbuhkan minat dan

bakat siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler yaitu berupa penghargaan terhadap

siswa yang berprestasi supaya semangat, minat dan kemauan terus berkembang di

dalam diri siswa dan pemacu siswa lain untuk terus berprestasi. Perlu adanya

sarana, dan perhatian dari pihak sekolah, supaya peserta ekstrakurikuler olahraga

bola basket dapat berlatih dengan optimal, sehingga dapat mencapai target baik

dalam bermain maupun berlatih.

2. Bagi Pembina

Dari hasil penelitian, tingkat motivasi ekstrinsik siswa lebih tinggi

daripada motivasi intrinsik. Jadi, perlu adanya motivasi dari pembina untuk

menumbuhkan minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga

bola basket agar peserta ekstrakurikuler mempunyai kemauan yang tinggi untuk

berlatih. Pemberian motivasi ekstrinsik yang berlebihan akan berdampak sifat

negatif dari siswa, contohnya siswa menang dalam pertandingan dan selalu

mendapat hadiah dari gurunya, tiba-tiba siswa tersebut kalah dan tidak diberi

hadiah lagi oleh guru sehinggaa dia malas berlatih lagi. Pembina ekstrakurikuler

seharusnya menerapkan dan memberikan motivasi ekstrinsik juga kepada siswa,

supaya motivasi intrinsik dengan motivasi ekstrinsik tetap seimbang. Diharapkan,

keseimbangan motivasi keduanya pada siswa muncul dan akan menjadi lebih baik

dari sebelumnya dari segi perilaku dan teknik permainan siswa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: